Charles Robert Darwin lahir di Shrewsbury, Shropshire, Inggris, 12 Desember 1809 – meninggal
di Downe, Kent, Inggris, 19 April 1882 pada umur 73 tahun). Ia adalah anak kelima dari enam
bersaudara dari seorang dokter yang kaya, Robert Darwin dan Susannah Wedgwood.
Kakeknya, Erasmus Darwin dari pihak ayah dan Josiah Wedgwood dari pihak ibunya.
Keduanya berasal dari keluarga Inggris terkemuka, keluarga Darwin — Wedgwood yang mendukung gereja Unitarian. Ibunya meninggal dunia ketika Charles masih berusia delapan tahun. Berkat kekayaan orang tuanya, Darwin menikmati kenyamanan dan mempunyai akses untuk mengenyam fasilitas-fasilitas pendidikan yang bagus. Namun demikian, ayahnya kuatir akan masa depan Darwin, karena ia hanya bersenang-senang dengan berburu, main-main dengan anjing dan menangkap tikus. Ayahnya khawatir bahwa Darwin akan membawa malu keluarga. Walaupun Darwin sudah sejak dini tertarik biologi, untuk menyenangkan ayahnya, ia mengambil studi kedokteran.
Keduanya berasal dari keluarga Inggris terkemuka, keluarga Darwin — Wedgwood yang mendukung gereja Unitarian. Ibunya meninggal dunia ketika Charles masih berusia delapan tahun. Berkat kekayaan orang tuanya, Darwin menikmati kenyamanan dan mempunyai akses untuk mengenyam fasilitas-fasilitas pendidikan yang bagus. Namun demikian, ayahnya kuatir akan masa depan Darwin, karena ia hanya bersenang-senang dengan berburu, main-main dengan anjing dan menangkap tikus. Ayahnya khawatir bahwa Darwin akan membawa malu keluarga. Walaupun Darwin sudah sejak dini tertarik biologi, untuk menyenangkan ayahnya, ia mengambil studi kedokteran.
Pada 1825, setelah melewati musim panas sebagai seorang dokter magang,
menolong ayahnya merawat orang-orang miskin di
Shropshire,
Darwin melanjutkan ke Universitas Edinburgh untuk belajar kedokteran. Namun ia sangat membenci
kebrutalan praktik bedah sehingga ia meninggalkan studinya. Ia belajar
bagaimana mengawetkan binatang dari John Edmonstone. Darwin
menjadi aktif dalam perhimpunan mahasiswa untuk para naturalis. Ia menjadi murid yang giat dari Robert Edmund Grant.
Grant adalah orang yang merintis pengemangan teori-teori Jean-Baptiste Lamarck dan teori kakek Charles, Erasmus, mengenai evolusi dengan
meneliti karakteristik. Darwin ikut serta dalam penelitian Grant mengenai
siklus hidup binatang laut di pantai Firth of Forth yang menemukan bukti untuk homologi, teori radikal bahwa semua binatang mempunyai organ yang
serupa dan hanya berbeda-beda dalam kompleksitasnya.
Pada Maret 1827, Darwin memberikan presentasi kepada Perhimpunan Plinian tentang
penemuannya sendiri bahwa spora-spora hitam yang seringkali ditemukan pada
kulit tiram adalah telur-telur sejenis lintah (skate leech). Ia juga
mengikuti kuliah Robert
Jameson mengenai sejarah alam dan belajar tentang geologi stratigrafik serta bagaimana
mengklasifikasikan tanaman. Pada 1827, ayahnya yang tidak gembira karena anak tidak berminat untuk
menjadi dokter, diam-diam mendaftarkannya dalam sebuah program Bachelor of Arts di Christ's College, Universitas Cambridge, untuk menyiapkannya menjadi pendeta. Ini adalah sebuah
pilihan yang masuk akal saat itu ketika para pendeta Anglikan memperoleh penghasilan yang lumayan
dan kebanyakan dari kaum naturalis di Inggris saat itu
adalah pendeta yang menganggap bagian dari tugas mereka adalah
"menjelajahi keajaiban-keajaiban ciptaan Tuhan". Di
Cambridge, Darwin lebih suka menunggang kuda dan menembak daripada belajar.
Bersama-sama sepupunya, William Darwin Fox, ia
tenggelam dalam kegemaran saat itu untuk berlomba mengumpulkan kumbang.
Fox pun memperkenalkannya kepada Pendeta John Stevens Henslow,
profesor botani,
untuk mendapatkan nasihat ahli tentang kumbang. Kemudian Darwin ikut dalam
kelas sejarah alam Henslow, menjadi murid kesayangannya, dan kemudian dikenal
sebagai "orang yang berjalan bersama Henslow". Ketika ujian tiba,
Darwin memusatkan perhatiannya lebih pada studinya dan mendapatkan kelas
tambahan khusus dari Henslow dalam mata pelajaran matematika dan teologi.
Darwin khususnya sangat tertarik akan tulisan-tulisan William Paley, termasuk argumen tentang rancangan ilahi dalam
alam. Dalam ujian-ujian akhirnya pada Januari 1831, ia berhasil
dengan baik dalam teologi dan karena ia belajar keras dalam studi klasik, matematika
dan fisika,
ia muncul pada peringkat 10 dari 178 mahasiswa yang lulus.
Darwin mendengar bahwa
akan ada pelayaran besar-besaran, dya mencoba untuk mengajukan lamaran supaya bisa
ikut dalam pelayaran dengan kapal HMS Beagle. Namun, untuk bisa ikut sangatlah
sulit dan membutuhkan perjuangan. Kapten HMS Beagle yaitu Robert FitzRoy adalah
seorang kapten yang tegas dan tidak menyukai seseorang yang berhidung pesek.
Darwin yang memiliki hidung pesek harus berusaha keras untuk bisa diterima
bekerja dalam pelayaran dengan kapal HMS Beagle. Dengan segala usaha dan kerja
kerasnya Darwin pun diterima dan ikut melakukan pelayaran. Survai Beagle berlangsung lima tahun. Darwin
menghabiskan dua pertiga dari waktunya ini untuk menjelajani daratan. Ia
menyelidiki beraneka ragam penampilan geologis, fosil dan
organisme hidup dan menjumpai beranekaragam manusia, baik masyarakat pribumi maupun
kolonial. Secara metodik ia mengumpulkan sejumlah besar spesimen, banyak di
antaranya baru bagi ilmu pengetahuan. Hal ini mengukuhkan reputasinya sebagai
seorang naturalis dan menjadikannya salah seorang perintis dalam bidang ekologi,
khususnya pemahaman tentang biokoenosis.
Di Amerika Selatan ia menemukan fosil-fosil mamalia raksasa yang telah
punah,termasuk megatheria dan gliptodon dalam lapisan-lapisan yang tidak memperlihatkan tanda-tanda
katastrofi ataupun perubahan iklim. Sesekali ia mengangggap mereka serupa
dengan spesies-spesies di Afrika, tetapi setelah pelayaran Richard Owen memperlihatkan bahwa sisa-sisa itu berasal dari
binatang-binatang yang terkait dengan makhluk-makhluk hidup di tempat yang
sama. Di Kepulauan
Galápagos Darwin
menemukan bahwa mockingbird berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, dan ketika
kembali ke Britania kepadnya diperlihatkan bahwa kura-kura Galápagos tortoise dan burung-burung finch juga berbeda-beda spesiesnya tergantung pada
masing-masing pulau yang mereka huni. Meskipun
burung-burung itu kelihatannya seperti pemikiran yang baru muncul belakangan, John Gould, seorang ahli burung mengungkapkan bahwa apa yang
disangka Darwin sebagai "wren", burung-burung hitam, dan finch yang agak berbeda-beda dari Galápagos semuanya adalah finch, tetapi masing-masing merupakan spesies yang berbeda.
Yang lainnya di Beagle termasuk FitzRoy juga telah mengumpulkan burung-burung ini dan lebih cermat dengan
catatan-catatan mereka, hingga memungkinkan Darwin menemukan dari pulau mana
masing-masing spesies itu berasal.
Darwin menyelesaikan penulisan Journal-nya sekitar 20 Juni ketika Raja William IV meninggal dunia dan zaman Victoria dimulai. Pada pertengahan Juli ia memulai buku catatan "B"-nya
yang rahasia tentang transmutasi, dan mengembangkan hipotesis bahwa di mana setiap pulau dari Kepulauan
Galápagos mempunyai jenis kura-kuranya sendiri, semuanya itu berasal dari satu spesies
kura-kura dan telah menyesuaikan diri dengan pulau-pulau yang berlainan dalam
cara yang berbeda-beda.
Secara kebetulan, ia membaca
tulisal-tulisan Thomas Malthus. Malthus berpendapat bahwa populasi manusia bertambah lebih
cepat daripada produksi makanan, sehingga menyebabkan manusia bersaing satu
sama lain untuk memperebutkan makanan dan menjadikan perbuatan amal sia-sia.
Dengan gembira Darwin menggunakan mekanisme ini untuk menjelaskan teorinya. Ia
menulis: "Manusia cenderung untuk bertambah dalam tingkat yang lebih besar
daripada caranya untuk bertahan. Akibatnya, sesekali ia harus berjuang keras
untuk bertahan, dan seleksi alam akan memengaruhi apa yang terletak di dalam
jangkauan ini." (Descent of Man, Ps.21) Ia menghubungkan hal ini
dengan temuan-temuannya mengenai spesies-spesies yang terkait dengan
tempat-tempat, penelitiannya tentang pengembang-biakan binatang, dan gagasan
tentang "hukum seleksi alam"
(Natural Selection).
Darwin
menulis ide tentang evolusi di buku Asal-usul
Spesies (The Origin of Species) yang menjelaskan teori
evolusi. Pada mulanya, Darwin sungkan untuk menerbitkan hasil pemikiran dan
hasil observasinya yang sangat radikal, terutama di zaman itu, Inggris
di zaman Victoria.
Selama bertahun-tahun, ia menyimpan ide ini dan hanya berbicara dengan teman
sekerja yang dipercayanya. Salah satu motivasi Darwin untuk pada akhirnya
menerbitkan buku ini adalah dorongan dari Alfred Russel Wallace. Wallace sendiri
juga menulis tentang ide serupa dan mengirimkannya ke Darwin. Darwin
dinasehatkan untuk secepatnya menyelesaikan tulisannya. Pada tahun 1859, buku The
Origin of Species diterbitkan dan,secara tidak diduga, menjadi laku keras
dan kontroversial.
Walaupun
Darwin tidak membahas evolusi manusia secara terang-terangan, bukunya mendapat
tantangan keras, baik dari kaum ilmiah, maupun masyarakat, terutama pihak
gereja. Di periode yang sulit ini, Darwin didampingi oleh salah satu kawan
setianya, Thomas Huxley, yang
dijuluki "Darwin Bulldog". Secara jitu dan tajam, Huxley membela
Darwin teori dari serangan-serangan. Teori Darwin tersebut sangat terkenal
hingga saat ini sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Evolusi.
Adapun 5 Karya Darwin yang utama
(Ditulis 1839-1876) :
1.
Voyage of the Beagle
2.
The Origin Of Species
3.
The Descent of Man
4.
The Expresion of Emotions in Man and
Animals
5.
The Autobiography
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar